Selamat datang di berkahsampah.com

Hingga saat ini masalah sampah masih menjadi persoalan pelik hampir di setiap kota. Salah satu penyebabnya karena mindset masyarakat yang menganggap sampah hanya sebagai material yang terbuang. Masalah tersebut bertambah parah ketika membuangnya di sembarang tempat bahkan sungai pun menjadi tempat membuang sampah. Disamping itu pengelolaan sampah yang masih mengandalkan pendekatan end of pipe dimana TPA menjadi satu-satunya andalan yang pada akhirnya tidak lagi memiliki daya tampung dan bermasalah bagi lingkungan di sekitarnya. Kejadian Bandung Lautan Sampah tahun 2005 lalu yang disebabkan longsornya TPA Leuwigajah merupakan gambaran masalah besar yang mengancam bila cara pikir dan pola pengelolaan sampah masih menggunakan paradigma lama. Lebih baik hidup dari sampah daripada hidup menjadi “sampah” UU No 18 tahun 2008 mengharuskan pengelolaan sampah diimbangi dengan mengembangkan konsep reduce, reuse, recycle (3R). Untuk mendukung program tersebut maka mindset masyarakat harus berubah dari sampah yang hanya dianggap sebagai material yang terbuang menjadi sumber daya. Agar hal tersebut efektif maka pemilahan sampah menjadi wajib dilakukan oleh setiap penghasil sampah. Berbagai kelompok masyarakat yang telah dilatih dan dibina untuk melakukan kegiatan tersebut menunjukan hasil yang lebih baik baik dalam rangka mengurangi sampah maupun memanfaatkan nilai ekonomi dari sampah. Kelompok masyarakat tersebut antara lain di Kota Serang, Kota Bandung, Kota Tangerang, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Jakarta, dan lain-lain. Pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan pola 3R tersebut saat ini telah berkembang manjadi konsep Bank Sampah.

Kunjungan ke Web